Mindsets - Fixed & Growth

      Sudahkah kamu mengetahui apa itu mindset? Mungkin, kata “mindset” sendiri tidak asing didengar, bukan? Karena secara realita, baik itu anak kecil, remaja, bahkan orang tua sering mengucapkan kata ini. Banyak pula orang yang menganggap bahwa mindset dan sugesti itu sama. Ya, memang benar. Sama-sama muncul dari pikiran manusia. Namun, jika dilihat dari segi “pengertian” maka, mindset dan sugesti ialah berbeda. Hal yang membedakan keduanya yakni, mindset itu merupakan  sebuah pola pikir atau kebiasaan kita dalam berfikir. Contohnya, jika kita terbiasa meminta segala sesuatu yang diinginkan di waktu kecil, dan hal itu langsung dikabulkan. Maka ketika kita berada di fase dewasa, yang mengharuskan diri kita untuk memperoleh segala sesuatu dengan kerja keras. Mindset kita pun akan memberontak yang mengakibatkan diri kita merasa jengkel dan amat sangat kesal. Berbeda halnya dengan sugesti. Sugesti dapat dikatakan dengan “prasangka” kita terhadap sesuatu. Contoh kecilnya ialah, seseorang dapat memenangkan suatu lomba bergengsi. Itu karena ia mensugesti bahwa dirinya bisa, dan tak lupa dibarengi dengan usaha yang keras juga. Berbeda dengan seseorang yang sudah berfikir bahwa ia tidak bisa, sebelum ia berusaha terlebih dahulu. Nah, kedua hal ini berbeda bukan?

    Carol S. Dweck, PH.D. menjelaskan bahwasannya mindset itu terbagi menjadi dua. Yakni Fixed Mindset dan Growth Mindset. Kedua mindset ini memiliki karakter yang berbeda-beda. Nah, dari perbedaan itu, kita dapat menentukan yang mana bentuk pola pikir kita (Fixed Mindset atau Growth Mindset).

Apa itu Fixed Mindset?

    Fixed Mindset yakni ialah pola pikir yang menganggap segala sesuatu bersifat tetap. Seseorang dengan pola pikir ini menganggap bahwa kecerdasan, kemampuan, semuanya bersifat tetap. Contohnya ialah jika kamu tidak pandai dalam suatu bidang. Seseorang yang memiliki mindset tetap akan berpikir bahwa kamu memang tidak pandai dalam hal itu. Tidak ada kesempatan bagimu untuk memperbaiki dan belajar lagi.

Lalu bagaimana dengan Growth Mindset?

    Growth Mindset ialah pola pikir yang menganggap bahwa segala sesuatu dapat dipelajari, dengan alasan kamu mau belajar untuk menjadi yang lebih baik

    Selain itu, ada beberapa perbedaan pola pikir orang yang bermindset tetap (Fixed Mindset) dan  orang yang bermindset tumbuh (Growth Mindset)

  • Tantangan

    Orang yang memiliki mindset tetap akan melakukan apa saja untuk menghindari tantangan dalam hidup mereka. Jika ada solusi yang lebih mudah, mereka akan menerimanya. Contohnya orang dengan mindset tetap tidak belajar untuk ujian karena mereka merasa tidak bisa pada pelajaran itu.

    Sedangkan orang yang bermindset tumbuh, mereka akan menerima tantangan dalam hidup mereka. Mereka sadar bahwa tiap orang pasti mengalami kegagalan, dan dari kegagalan itu mereka bisa menjadi yang terbaik.

  • Feedback dan Kritik

    Bagi mereka yang bermindset tetap, mereka akan bereaksi secara negatif dan menganggap saran serta kritik sebagai serangan. Orang yang bermindset tetap akan membenci, meremehkan orang yang memberikan feedback dan kritik padanya. Mereka juga mungkin akan mengabaikan atau menghindari saran dan kritik.

    Namun, bagi mereka yang bermindset tumbuh (berkembang), mereka memandang feedback dan kritik ini sebagai peluang untuk tumbuh dan menjadikan diri mereka lebih baik.

  • Bertahan

   Orang yang bermindset tetap, mereka adalah orang yang mudah menyerah. Semua jenis penghalang akan menghancurkan seseorang dengan mindset tetap. Mereka terlalu meyakini “takdir” hingga terkesan begitu pasrah, dapat dikatakan mereka sangat minim sekali dalam berusaha. Ia hanya mendapatkan sesuatu, dari hal yang ia yakini bisa. Jika tidak, dia enggan untuk mencobanya.

    Berbeda dengan orang yang bermindset tumbuh (berkembang). Mereka memiliki sikap  yang gigih dan berusaha lebih keras saat mereka gagal

  • Memandang keberhasilan orang

    Orang yang bermindset tetap sering iri pada pencapaian dan keberhasilan orang lain. Mereka merasa terancam dengan kesuksesan orang lain. Perasaan itu muncul karena di dalam diri mereka terdapat keraguan terhadap diri mereka sendiri. Ia berfikir bahwa kemampuan yang dimiliki orang lain, ialah sulit untuk digapainya.

    Sedangkan mindset tetap, ia akan terinspirasi dengan melihat kesuksesan yang diperoleh orang lain. Mereka bahkan membantu orang sekitar mereka untuk berhasil.

  • Rasa malu

    Rasa malu membahayakan interaksi sosial orang-orang yang memiliki mindset tetap, tetapi tidak membahayakan hubungan social orang-orang yang bermindset tumbuh.

    Orang yang bermindset tumbuh menunjukkan keterampilan-keterampilan sosial yang lebih tinggi, lebih disukai, dan mampu menciptakan interaksi-interaksi yang menyenangkan. Meskipun cemas, mereka aktif menyambut peluang untuk bertemu dengan orang-orang baru. Sebaliknya, orang yang bermindset tetap ingin menghindari pertemuan dengan seseorang yang mungkin lebih terampil dari mereka. Mereka lebih takut melakukan kesalahan.


Jadi, dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat unsur yang membedakan antara pemikiran Growth Mindset dan Fixed Mindset. Yakni: 

Fixed Mindset

  • Selalu berpikir bahwa dirinya membuat kesalahan

  • Menganggap sesuatu sulit sebelum mencobanya (pesimis)

  • Mengabaikan kritik

  • Merasa terancam dengan kesuksesan orang lain

  • Kecerdasan bersifat tetap

            Growth Mindset
  • Kesalahan dijadikan sebagai motivasi kedepannya

  • Ambisius

  • Pantang Menyerah

  • Merasa lebih semangat dengan pencapaian orang lain

  • Belajar dari kritik

  • Kecerdasan bersifat dapat berkembang


Komentar

Posting Komentar